Kamis, 25 November 2010

Mencari second opinion

Dari hasil mencari di internet saya dapat informasi kalau miom adalah tumor jinak, jaringan padat yang tumbuh didalam maupun di luar rahim sedangkan kista adalah kantung yang berisi cairan. Strees rasanya memikirkan saya harus operasi untuk pengangkatan miom ini.

Karena adik ipar saya seorang perawat maka saya coba bertanya mengenai miom ini. Oleh adik ipar saya dianjurkan mendatangi dokter kandungan di RS tempat dia bekerja. Saya manut ikutin saran adik ipar saya. Datang kedokter dengan membawa print hasil USG dari 2 dokter sebelumnya. Dokternya komunikatif, bertanya tentang segala tentang period saya, lama siklus, jumlah cairan, sakit tidaknya. Suami juga ditanya tentang pekerjaan dan jumlah sperma. Yang tidak nyaman adalah saat periksa dalam, risih dan malu rasanya karena itu pertama kali saya harus periksa dalam.

Analisa dokter ke3 ini mengatakan tidak ada miom dirahim saya, tidak teraba dan saat diusg juga tidak ada. Analisa dokter rahim saya menekuk ke belakang, istilah kedokterannya hipper-retrofleksi. Menurut dokter saya masih bisa hamil dengan kondisi rahim tersebut. Alhamdulillah...bayangan operasi yang mengerikan akhirnya lenyap.

Dokter memberikan resep yang harus ditebus dan surat rujukan untuk diatermi 10 kali.
Diatermi adalah proses menghangatkan rahim dengan alat di ruang fisioterapi selama masing 20 menit setiap kedatangan. Diatermi tidak boleh dilakukan saat period. Sepulang bekerja, saya mampir ke RS terdekat, saat itu tahun 2007 saya diatermi di RS Ananda Bekasi dengan biaya Rp 225,000 / 10 kali. Pertama kali harus menemui dokter fisioterapi dahulu, saya juga tidak terlalu paham kenapa harus menemui dokter dulu mungkin untuk mengetahui kondisi sebelum diatermi dan setelah diatermi nantinya jadi bisa dibuat laporannya ke dokter kandungan yang memberi rujukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar